Kemarin siang ada teman telepon,
24 Maret 2021
KENAPA ORANG KAYA PUNYA ASURANSI, KAN UDAH KAYA? INI ALASANNYA
Ini adalah pertanyaan yang seringkali ditanyakan ke saya.
Buat apa mereka membeli uang pertanggungan begitu besar?
Padahal harta mereka sudah lebih dari cukup untuk tujuh turunan.
Jawabannya sederhana.
Orang kaya biasanya pintar dalam berhitung dan memahami perhitungan tentang membesarkan aset mereka.
Hasilnya adalah mereka harus memastikan polis asuransi tetap aktif sampai mereka meninggal.
Nilai uang pertanggungan saat meninggal dibanding premi, jauh lebih tinggi daripada instrumen tabungan, investasi konservatif yang mereka miliki.
Bahkan asuransi dapat mengalahkan nilai investasi mereka yang beresiko, tanpa beresiko.
Bagi orang kaya asuransi merupakan jenis aset yang WAJIB mereka memiliki.
Mari kita lihat kenyataannya.
Setiap penasihat investasi dan keuangan selalu menyarankan diversifikasi aset.
Pakemnya adalah:
“Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang”.
Anda mungkin memiliki investasi seperti saham, obligasi, properti, logam mulia, komoditas berharga, atau uang tunai
Jika dikelola dengan baik dan diberikan waktu yang tepat, dengan melakukan diversifikasi, nilai pengembalian seharusnya memberikan hasil dan diberikan waktu yang cukup semua dapat berjalan dengan baik dalam jangka panjang.
Bagaimana jika Anda meninggal lebih awal, di tengah rencana yang telah disusun?
Tidak ada yang berharap itu terjadi dan kita tidak suka memikirkan tentang itu.
Namun itu bisa saja terjadi pada semua orang setiap hari.
WAKTU adalah komponen utama untuk keberhasilan setiap rencana keuangan.
Investasi membutuhkan waktu untuk bertumbuh.
Portofolio anda mungkin di diversifikasi untuk melindungi dari berbagai resiko yang mungkin terjadi.
Contoh,
Beberapa dari kita mungkin memiliki emas bentuk jaminan menurunnya nilai mata uang yang mungkin terjadi mungkin tidak, tapi ingat meninggal dunia dapat menjadi risiko untuk portofolio anda dan rencana Anda untuk keluarga.
Tetapi berbeda dengan risiko yang lain, meninggal dunia adalah suatu kepastian.
Apakah masuk akal jika mendiversifikasi portofolio terhadap risiko kemungkinan meninggal dini?
Saya menyebutnya diversifikasi waktu.
Kenyataannya adalah jika Anda meninggal di usia muda, tidak ada jenis aset yang dapat menyaingi polis asuransi jiwa.
Nilai uang pertanggungan asuransi jiwa anda akan mengalahkan semua investasi aman di dunia.
Bagian terbaiknya adalah tidak sama seperti instrumen keuangan lain, asuransi jiwa tidak membutuhkan waktu untuk bertumbuh.
Contoh,
Jika usia nasabah 40 tahun, membeli uang pertanggungan 1 miliar. Dengan membayar premi 10 juta pertahun, jika tahun depan dia meninggal dunia maka 10 juta menjadi 1 miliar.
Meninggal dalam 3 tahun, premi 30 juta menjadi 1 miliar dan bebas pajak.
Meninggal dalam 20 tahun, premi 200 juta jadi 1 miliar.
Ini tentunya di luar nilai tunai yang juga fantastis.
Pertanyaannya adalah:
Apakah Anda harus mempertimbangkan mengambil sedikit saja dari portofolio anda dan mendiversifikasi ke asuransi jiwa menjadi sebuah aset berkelas?
Semua terserah anda dan saya telah melakukannya.
BARACK OBAMA TUKANG ES KRIM? MASAK SIH?
Seorang guru bertanya kepada muridnya tentang pelajaran sejarah dunia,
“Nak, siapakah Barack Obama itu?”
“Penjual es krim, Pak.”
Guru tersebut terkejut mendengar jawabannya.
Ia bertanya sekali lagi, si murid tetap memberi jawaban yang sama.
Ia kembali mengulang,
“Nak, bukankah biografi Barack Obama ada di buku paket. Apa kamu sudah membacanya?”
“Sudah, Pak. Barack Obama adalah penjual es krim!”
Sang guru semakin emosi mendengar jawaban seperti itu.
Ia perintahkan si murid mengeluarkan buku paket miliknya, dan membuka halaman tentang Obama.
Pada buku si murid, biografi Obama hanya ada satu halaman.
Kisah hidup Obama berhenti pada saat masih remaja, di usia 16 tahun ia memperoleh pekerjaan sebagai pelayan kedai es krim di kota Honolulu, negara bagian Hawaii.
Guru tersebut menyadari ternyata pada buku si murid, halaman kedua hilang. Mungkin tersobek tidak sengaja, atau bisa jadi salah cetak.
Pantas ia tidak tahu kelanjutan sejarah hidup Obama hingga menduduki kursi presiden ke-44 di Amerika.
Guru tersebut benar, ketika ia menganggap bahwa Barack Obama adalah presiden.
Karena kenyataannya memang demikian.
Tetapi muridnya juga benar karena sejauh yang ia baca, Obama adalah penjual es krim.
Jadi dalam cerita tersebut keduanya sama-sama benar.
Lalu mengapa terjadi perselisihan? Karena sang guru tidak menyadari bahwa ada halaman yang hilang.
Begitu ia tahu, akhirnya ia memaklumi jawaban murid tersebut.
Apa yang terjadi dalam kehidupan kita sejatinya juga serupa dengan kisah ini. Hampir semua perbedaan pendapat antara dua orang, sebenarnya hanya disebabkan karena adanya halaman yang hilang.
Cerita tentang es krim Pak Presiden berlaku di banyak bidang kehidupan, termasuk juga di bidang asuransi.
Berapa banyak orang yang masih punya pandangan negatif atau keliru tentang asuransi.
Asuransi bohong.
Asuransi haram.
Asuransi menolak takdir.
Dan lain-lain.
Boleh jadi ‘halaman’ yang Anda baca belum lengkap.
Informasi yang sampai pada Anda belum sempurna sehingga kesimpulan yang Anda ambil menjadi tidak pas.
Jangan menilai terlalu cepat sebelum Anda mendapat informasi yang lengkap.
Silakan hubungi perencana keuangan Anda untuk penjelasan lebih lanjut.
TIDAK SEMUA ORANG HARUS PUNYA ASURANSI JIWA. SIAPA SAJA YANG HARUS PUNYA?
“Semua orang harus punya asuransi jiwa karena asuransi memberikan proteksi dan investasi”.
“Mulai dari bayi dalam kandungan sampai orang yang sudah tua, semua harus punya asuransi jiwa”.
Pernah dengar agen asuransi ngomong kayak gitu?
Ketahuilah tidak semuanya benar.
Tidak semua orang harus punya asuransi jiwa.
Bila Anda sudah tua dan segala kebutuhan hidup di tanggung oleh orang lain, maka Anda tidak harus punya asuransi jiwa.
Seorang anak yang semua kebutuhan dipenuhi oleh orang tua, tidak harus punya asuransi jiwa.
“Lalu siapa dong yang mesti punya asuransi jiwa?”
Bila Anda seorang kepala keluarga dan seluruh kebutuhan keluarga ditanggung oleh Anda maka Anda harus punya asuransi jiwa.
Bila Anda seorang ibu rumah tangga yang berjualan online dan sebagian keuntungan dipakai untuk kebutuhan rumah tangga maka Anda wajib punya asuransi jiwa.
Bila Anda masih lajang dan rutin mengirim uang untuk biaya hidup orang tua di kampung, maka Anda harus punya asuransi jiwa.
Bila Anda lajang tidak punya keluarga/ orang tua/ pasangan, tapi memiliki anak asuh yatim piatu yang Anda santuni tiap bulan untuk kehidupannya maka Anda harus punya asuransi jiwa.
Bila Anda mempunyai pasangan dan sedang mencicil KPR maka anda wajib punya asuransi jiwa.
Bila Anda pemilik usaha dan masih punya hutang ke bank maka Anda wajib punya asuransi jiwa.
Sudah bisa menangkap benang merahnya?
Dari 6 contoh orang yang harus punya asuransi jiwa, kuncinya ada pada ketergantungan finansial.
Bila ada orang yang tergantung pada Anda secara finansial maka Anda wajib punya asuransi jiwa.
Bisa istri, anak, orang tua, anak asuh, suami.
Karena yang diasuransikan bukanlah jiwa.
Jiwa tidak dapat diasuransikan.
Jiwa adalah hak prerogatif Sang Maha Pencipta.
Tuhan hanya memberi kita satu jiwa.
Yang diasuransikan adalah keuangan Anda.
Karena seandainya Anda sudah tidak ada mereka masih tetap bisa hidup dengan layak.
Bagaimana dengan Anda?
Sudahkah Anda memiliki polis asuransi jiwa?
Bila sudah, selamat , berarti Anda sudah mempunyai visi jauh ke depan dalam mengantisipasi segala kemungkinan.
Bila belum segera hubungi perencana keuangan Anda
TRADISIONAL VS UNITLINK. MANA YANG LEBIH BAIK?
Di lapangan saya beberapa kali bertemu dengan orang yang sangat anti unitlink, biasanya adalah orang yang yang sudah agak melek secara financial.
Biasanya para agen baru langsung menjawab dan berargumen tentang segala keunggulan unitlink ketimbang tradisional.
Mana yang benar?
Unitlink berawal di Inggris tahun 1931 namun baru populer tahun 1960.
Masuk ke Indonesia tahun 1988.
Langsung menjadi primadona karena orang Indonesia tidak mau asuransi murni yang uangnya hangus.
Menurut data AAJI, tahun 2018 porsi tradisional 40,7% dan unitlink 59,3%.
Meskipun unitlink terus berkembang, Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu memprediksi, dalam jangka panjang premi produk tradisional bakal lebih dominan.
Alasannya, pengetahuan masyarakat tentang asuransi jiwa makin meningkat.
Dengan adanya internet dan kemajuan teknologi, masyarakat akan paham kalau tujuan awal asuransi jiwa itu adalah untuk memproteksi diri.
Inilah yang harus banyak di edukasi kepada masyarakat tentang tujuan utama asuransi.
Yakni proteksi.
Bagi agen asuransi sebenarnya lebih aman menjual tradisional karena tidak akan khawatir oleh nilai tunai atau hasil investasi.
Untuk agen baru mungkin belum terasa, tapi untuk para agen asuransi yang sudah lama, anggaplah mendekati 10 tahun, akan ketar-ketir karena nilai tunai saat ini biasanya lebih kecil dari pada ilustrasi.
Apalagi jika awal menjelaskan hanya fokus pada hasil investasi tinggi, tanpa menjelaskan kemungkinan hasil investasi rendah atau sedang.
Saya pun begitu dulunya.
Bagaimana solusinya?
Tidak ada cara lain, agen harus menjelaskan kondisi yang sebenarnya kepada nasabah.
Itu tanggung jawab profesional.
Dan itu yang saya lakukan.
Beberapa nasabah mungkin kecewa, itu konsekuensi akibat salah penjelasan di awal.
Anda harus siap bila nasabah marah-marah bahkan mungkin berencana untuk menutup polis nya.
Dengan penjelasan yang transparan dan logis pada akhirnya mereka akan bisa menerima.
Adapun opsi yang bisa diberikan diantaranya:
– Mengurangi proteksi.
Semakin banyak manfaat proteksi yang diambil tentu semakin besar pula biaya asuransi yang dibebankan.
Dan ini yang banyak tidak diketahui oleh nasabah.
Review kembali polisnya dan pilih mana yang betul-betul dibutuhkan.
Semakin banyak proteksi tentu semakin bagus, tapi lihat dulu kebutuhan dan kemampuan nasabah.
Berikan yang betul-betul vital.
Ini tentu berlaku untuk nasabah dengan premi kecil.
Untuk nasabah dengan premi besar, bisa dengan:
– Menambah premi.
– Menambah investasi (top-up).
– Merubah komposisi premi dan saver.
– Merubah penempatan investasi ke instrumen yang lebih menguntungkan.
– Bila nilai tunainya lumayan besar, bisa membeli polis baru khusus untuk investasi, tentu dengan mempertimbangkan biaya asuransi polis lama.
Itulah beberapa pilihan.
Kondisi di lapangan sesuaikan dengan kebutuhan nasabah.
Pastikan mereka memahami konsekuensi dari pilihan yang mereka ambil.
Tugas Anda adalah memberikan nasihat terbaik sebagai perencana keuangan.
Kembali ke bahasan bahwa di masa depan tradisional akan mengalahkan unitlink, kenapa tidak mulai mempelajari lebih mendalam tentang tradisional.
Toh sekarang ada kok produk tradisional yang memberikan jaminan uang kembali dan proteksi terjamin.
Bila ada resiko maka akan mendapatkan uang pertanggungan yang besar.
Bila tidak ada resiko maka premi bisa kembali utuh 100% setelah 20 tahun.
Bila sampai usia 88 tahun tidak ada resiko, maka uang pertanggungan tetap akan diberikan.
Jadi tetap untung kan.
“Tapi saya nggak mau bayar premi sampai belasan tahun”.
Jangan khawatir.
Anda punya pilihan waktu membayar premi 5,10 atau 15 tahun.
“Mahal nggak tuh?”
Produk tradisional ini bisa dimiliki mulai dari 300/bulan.
Tentu disesuaikan dengan usia dan manfaat yang diinginkan.
Kata siapa tradisional tidak menarik, ini buktinya.
DUNIA TERBALIK. PUNYA HUTANG BANGGA. NGGAK PUNYA HUTANG MINDER
Pernah lihat orang antri di kasir trus dengan bangganya keluarin dompet yang isinya penuh dengan kartu kredit dari berbagai bank?
Terus Anda yang bayar pakai uang cash jadi minder gitu?
Sungguh sebuah kesalahpahaman yang fatal.
Inilah dahsyatnya iklan kartu kredit.
Orang yang banyak hutang malah bangga dengan hutangnya, yang nggak punya utang malah malu.
Aneh ya?
Kredit itu artinya hutang.
Kartu kredit artinya yang punya kartu lagi punya utang.
Kalau kartunya banyak berarti utangnya banyak.
Pilih mana: banyak hutang atau nggak punya utang?
“Ah saya kan nggak dipakai, cuma buat isi dompet doang, biar gaya gitu loh”.
Memangnya tidak ada biayanya?
Buat apa Anda membayar untuk sesuatu yang tidak Anda gunakan?
Rugi dong.
Emak-emak zaman dulu kalau kalau kredit paling untuk beli panci.
Atau kompor, karena yang lama sudah rusak dan nggak dikasih jatah oleh suami untuk beli panci baru.
Bayarnya nyicil.
Pakai uang sisa belanja.
Tukang kredit nya nagihin harian atau pekanan.
Sehari paling 2rb – 5rb, namanya juga uang sisa belanja.
Kalau pas lagi nggak ada duit, paling bilang ke tukang kredit “maaf bang lagi kosong, besok ya bang”.
Simple.
Nggak repot dan bikin pusing.
Emak emak zaman sekarang, ngambil kredit juga.
Bukan cuman buat beli panci.
Hampir semuanya dikreditin.
Beli mobil, kredit.
Beli motor, kredit.
Beli HP, kredit.
Bahkan mau jalan-jalan aja sekarang pakai kredit alias hutang.
Artinya senang-senang dulu pusingnya belakangan.
Beda banget sama orang tua jaman dulu.
Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian.
Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.
( Gimana ya rasanya piknik pakai uang kredit?
Apakah betul-betul menikmati pikniknya atau sembari mikirin cicilan utang? )
Bayarnya?
Pas gajian langsung bayar semua tagihan/hutang/kredit.
Ujung-ujungnya gajian cuman lewat doang.
Kalau lagi nggak punya duit, nggak bisa bilang maaf, pasti kena denda/bunga.
Apalagi kalau nyicilnya sering telat, bisa-bisa bunganya melebihi utang.
Belum lagi teror dari debt collector.
Ribet. Riba.
Repot dan bikin pusing.
Jadi ingat ya, kartu kredit artinya kartu tanda berhutang.
Jangan bangga punya banyak kartu kredit, itu artinya Anda punya banyak hutang.
Bangga itu jika tidak punya hutang.
Itu baru keren.
“Emang gak boleh ya berhutang?”
Boleh, tapi tentu dengan pertimbangan yang rasional.
Ada utang baik ada utang jahat.
KLAIM RAWAT INAP MASIH NOMBOK? INI SOLUSINYA
Suatu hari di bagian administrasi RS.
+ “Kok saya mesti nombok? Kan saya pake asuransi?”
– “Iya Pak, karena limit kamar RS dari asuransi 500rb/hari, sementara Bapak maunya yang kamarnya sendiri yang harganya 1 jt/hari, jadi Bapak harus membayar selisihnya”.
+ “Ini kok biaya dokternya nombok juga?”
– “Betul Pak karena asuransi Bapak hanya meng-cover kunjungan dokter 1x/hari, padahal Bapak dikontrol oleh 3 dokter sehari.
Ada dokter umum, dokter spesialis, dan subspesialis”.
+ “Saya kira udah nggak nombok lagi. Soalnya waktu saya beli polis 5 tahun yang lalu kayaknya masih cukup”.
+ “Ada nggak sih asuransi kesehatan yang limitnya nambah tiap tahun dan dibayar sesuai tagihan?”
Pernah mengalami atau mendengar hal seperti di atas?
Udah punya polis tapi ternyata limitnya terbatas.
Padahal waktu beli polis katanya harga segitu cukup ternyata beberapa tahun kemudian saat klaim malah kurang.
Menurut Watson Global Medical Trend Survey Report sepanjang 2010-2014 biaya kesehatan di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 79 persen.
Artinya ada peningkatan hampir 20% pertahun, jauh melebihi inflasi.
Maka sudah sepatutnya masyarakat lebih jeli memilih asuransi kesehatan.
Bisa jadi polis yang Anda miliki saat ini sudah tidak bisa lagi mengcover biaya kesehatan.
Biaya kamar naik, harga harga obat-obatan naik, biaya dokter juga naik.
Ujung-ujungnya Anda harus nombok ketika masuk rumah sakit.
+ “Trus gimana cara mengatasi inflasi biaya kesehatan ini?”
Kabar baiknya, sekarang sudah ada asuransi kesehatan yang limit tahunan nya bertambah 10% tiap tahun.
Jadi kalau misalnya limit Anda tahun ini adalah 2 miliar, maka jika tidak ada klaim, tahun depan limitnya bertambah 10% menjadi 2,2 M.
Dan jika tahun depan tidak ada klaim, maka limitnya ditambah lagi menjadi 2,4 M.
Maksimal hingga 50% dari limit awal Anda alias 3M.
Jadi nggak usah khawatir dengan inflasi atau kenaikan biaya kesehatan karena ada asuransi kesehatan yang bisa menambah limitnya setiap tahun.
Kenaikan biaya kesehatan?
No worry again.
DIAJAKIN MEET UP SAMA AGEN ASURANSI? GIMANA NIH??
Ada yang cerita.
“Barusan dapat chat dari teman lama yg sdh lama banget nggak ketemu.
Setelah chating2, ngobrol dan nostalgia via WA akhirnya dia ngajakin ketemu dan ternyata dia sekarang berprofesi sebagai agen asuransi”.
Pernahkan kamu mengalami hal yang sama ?
Teman lama yang sudah lama banget nggak ketemu ngajakin ketemu dan dia berprofesi sebagai agen asuransi.
Bagaimana respon kamu?
Apa yang ada dipikiran kalian saat terima undangan meet up tersebut?
Kemungkinan:
1. Kamu berpikir: “Aduh asuransi, males banget deh. Palingan gw ntar diprospek. Ditolak nggak enak, lha wong teman sendiri. Mau diterima, gw nggak suka asuransi”.
2. “Wah gw nggak ada budget untuk asuransi. Mahal. Tapi dia teman gw”.
3. “Wah teman gw udah jadi agen asuransi nih, pasti banyak informasi ttg keuangan nih.
Pasti dia lebih tahu asuransi, investasi, saham, reksadana, gw mau ketemu deh.
Mau nanya-nanya sekalian belajar. Masalah beli atau nggak itu urusan entar, paling nggak gw bisa ketemu dia dan belajar sesuatu.
Nah, kamu ada di nomor berapa?
Apa yang kita alami tergantung respon apa yang kita berikan.
Kalau milih nomor 1, kemungkinan akhirnya nggak ketemu sama dia, males. Malah bisa jadi menghindar. Takut diprospek.
Gara-gara nggak suka asuransi nya malah akibatnya nggak lanjut silaturahmi nya.
Sayangkan ?
Pilihan nomor 2.
Karena nggak ada budget, mungkin ketemuan, tapi udah underestimate, atau nggak enak duluan karena udah langsung bilang nggak punya duit. Ujung-ujungnya ketemuannya jadi kikuk deh.
Padahal dia lagi semangat jelasinnya.
Atau yang ketiga.
Akhirnya ketemu.
Ngobrol.
Open mind.
Biarkan dia menjelaskan tentang asuransi.
Tapi sampaikan di depan: “Bro kita ketemu, nggak ada kewajiban gw beli ya. Kita ketemu just for sharing informasi, ngobrol santai”.
Mudah-mudahan ada banyak hal yang bisa didapat.
Kalau milih yang ketiga ini kamu akan dapat banyak informasi yang mungkin selama ini belum tahu.
Informasi tentang keuangan, saham, investasi, yang biasanya kalau ketemu sama finansial planner independen itu harus membayar profesional fee nya lho.
Nah bila ketemu teman yang jadi agen asuransi minimal kamu bisa korek tentang asuransi.
Tentang proteksi income, proteksi aset, asuransi kesehatan yang bagus kayak gimana, berapa dana pensiun yang mesti disiapin, plus minus BPJS, cara berobat keluar negeri, dll.
Tentang apapun yang berkaitan dengan asuransi dan keuangan.
Ngobrol sama dia.
Tanya sepuasnya.
Saya yakin kamu akan dapat sesuatu yang baru.
Gratis.
Masalah beli atau tidak, itu urusan nanti.
Yang penting belajar, dapat sesuatu yang baru dan silaturahmi tidak putus.
16 Maret 2021
ASURANSI KESEHATAN, ANTARA BPJS, INNER LIMIT, DAN AS CHARGE. APA BEDANYA?
Dengan banyaknya jenis asuransi kesehatan yang ditawarkan kadang bikin bingung.
Ada BPJS, Swasta yang pakai limit atau sesuai tagihan. Ini penjelasannya.
Tiga orang sahabat ingin reunian di Jogja.
Ketiganya tinggal di Jakarta.
Meski tujuannya sama tapi kendaraan yang dipakai beda.
Ketiganya tinggal di Jakarta.
Meski tujuannya sama tapi kendaraan yang dipakai beda.
Pak Ali pilih naik bis, alasannya harganya paling ekonomis.
Meskipun harus siap kena macet di tol Cikampek dan durasi di perjalanan bisa 12- 15 jam, tergantung kondisi jalan.
Pak Budi lebih senang naik kereta.
“Biar nggak kena macet”, katanya.
Di jalan habis 7 – 8 jam.
Tiketnya sedikit lebih mahal daripada bis.
Di jalan habis 7 – 8 jam.
Tiketnya sedikit lebih mahal daripada bis.
Sementara Pak Dedi milih naik pesawat.
“Waktu saya terbatas jadi mesti pinter atur jadwal”.
Tentu harganya lebih mahal daripada kereta atau bis.
“Waktu saya terbatas jadi mesti pinter atur jadwal”.
Tentu harganya lebih mahal daripada kereta atau bis.
Itulah gambaran tentang asuransi kesehatan yang ada hari ini.
Tujuannya sama, asuransi yang dipilih bisa beda.
Tujuannya sama, asuransi yang dipilih bisa beda.
Ada 3 jenis asuransi kesehatan yang kita kenal:
BPJS, inner limit dan as charged.
Pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.
BPJS, inner limit dan as charged.
Pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.
BPJS.
Paling murah, mudah dan tanpa pengecualian.
Meskipun Anda sudah punya penyakit parah pasti diterima.
Paling murah, mudah dan tanpa pengecualian.
Meskipun Anda sudah punya penyakit parah pasti diterima.
“Prosedurnya gimana ya? Katanya ribet?”.
Saya yakin seiring perjalanan waktu BPJS akan meningkatkan kualitas pelayanannya.
Banyak kok cerita pasien yang puas.
Ribet?
Nggak juga, sepanjang sesuai prosedur relatif mudah.
Banyak kok cerita pasien yang puas.
Ribet?
Nggak juga, sepanjang sesuai prosedur relatif mudah.
Inner limit.
Asuransi kesehatan yang ada batasan harganya.
Masing-masing item pelayanan ada limitnya.
Kamar, dokter, obat-obatan semua ada batasannya tergantung plan/kelas yang dipilih.
Semakin tinggi plan nya tentu semakin besar juga limitnya.
Prosedur cepat dan bisa pilih rumah sakit yang Anda mau.
Premi?
Tergantung plan yang Anda pilih.
Asuransi kesehatan yang ada batasan harganya.
Masing-masing item pelayanan ada limitnya.
Kamar, dokter, obat-obatan semua ada batasannya tergantung plan/kelas yang dipilih.
Semakin tinggi plan nya tentu semakin besar juga limitnya.
Prosedur cepat dan bisa pilih rumah sakit yang Anda mau.
Premi?
Tergantung plan yang Anda pilih.
As Charged.
Dibayar sesuai tagihan. Limitnya milyaran pertahun.
Nggak usah khawatir harus nombok.
Premi relatif lebih mahal.
Dibayar sesuai tagihan. Limitnya milyaran pertahun.
Nggak usah khawatir harus nombok.
Premi relatif lebih mahal.
So?
Apapun yang Anda pilih, pastikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Yang pasti Anda mengerti pentingnya asuransi kesehatan.
Semuanya punya kelebihan dan kekurangan.
Up to you.
Apapun yang Anda pilih, pastikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Yang pasti Anda mengerti pentingnya asuransi kesehatan.
Semuanya punya kelebihan dan kekurangan.
Up to you.
Langganan:
Komentar (Atom)