Sebagai seorang marketing, agen asuransi dituntut untuk menjual produk atau polis asuransi sebanyak mungkin oleh perusahaan nya.
Dalam prakteknya tidak tertutup kemungkinan adanya ‘bumbu-bumbu’ informasi yang dibuat sedemikian rupa untuk memikat calon nasabahnya.
Hal ini biasanya dilakukan oleh agen “nakal”, baik itu karena product knowledge nya yang masih minim, semangat untuk closing ataupun dikejar oleh target.
Sebagai konsumen, Anda dituntut untuk jeli dan teliti sebelum memutuskan untuk memiliki polis asuransi
Apa sajakah ‘bumbu-bumbu’ informasi yang acap dipromosikan oleh agen asuransi:
1. SEMUA KLAIM PASTI DIBAYAR
Ingat, tidak semua klaim dibayar, tergantung produk yang Anda ambil dan ketentuan polis.
Apapun yang namanya perjanjian pasti ada syarat dan ketentuan yang wajib dipahami dan dilaksanakan oleh kedua belah pihak, begitu juga dengan asuransi.
Pastikan Anda memahami semua pengecualian penyebab tidak berlakunya klaim, seperti pre-existing condition, masa tunggu untuk penyakit tertentu, lamanya perawatan, lokasi pengobatan dan lain sebagainya.
Tanyakan berulang kali pada agen Anda dan cocokkan dengan ketentuan di buku polis asuransi.
Ingat, janji lisan agen tidak bisa dijadikan patokan dalam mengajukan klaim.
2. INVESTASI PASTI MENGUNTUNGKAN
Memang betul bahwa unitlink adalah produk asuransi yang mengandung investasi, namun Anda harus paham bahwa produk utamanya adalah asuransi.
Salah satu aturan baku di investasi adalah: tidak ada jaminan untung.
Sebelum Anda menandatangani pengajuan asuransi(SPAJ), biasanya Anda akan diberikan ilustrasi tentang produk dan hasil investasi.
Ingat, yang pasti dijamin adalah produk asuransinya, sedangkan investasi baru sebatas asumsi.
Artinya, hasilnya akan sesuai bila semua variable tadi sesuai rencana.
Hasil investasi bisa: sesuai dengan ilustrasi, bisa lebih besar bahkan juga lebih keci dari ilustrasi.
Banyak variabel yang mempengaruhi hasil investasi, seperti kondisi makro ekonomi, jenis fund yang Anda pilih, kejelian manager investasi, juga alokasi saver dari total premi Anda, dan lain sebagainya.
Selain itu, ada biaya-biaya yang timbul didalamnya, yakni: biaya administrasi, biaya asuransi, biaya akuisisi, dan biaya pengelolaan investasi.
Besarnya tergantung produk yang Anda pilih.
Dan ini berpengaruh ke dalam hasil investasi Anda.
Pastikan Anda dana agen asuransi Anda memahami resiko investasi.
Aturan baku investasi lainnya adalah: High Risk High Return
Semakin tinggi hasil investasi yang Anda harapkan maka semakin resikonya semakin tinggi.
Equity Fund(saham) hasilnya memang lebih menarik dari pada Cash Fund(deposito), namun resiko juga lebih tinggi.
3. PERUSAHAAN KAMI ADALAH YANG TERBAIK
Semua kecap pasti nomor satu, tidak ada yang nomor dua. Ini adalah hal yang wajar di bidang marketing.
Semua mengklaim sebagai yang terbaik.
Kalau Anda hendak membeli mobil, mana ucapan yang lebih Anda percaya: sales penjual mobil atau pembeli yang sudah menggunakan mobil tersebut?
Tentu Anda akan lebih mempercayai ucapan pembeli karena mereka sudah merasakan langsung.
Begitu juga dengan membeli polis asuransi, Anda bisa mencari referensi tentang perusahaan dari nasabah yang sudah memilki asuransi.
Atau dari pihak ketiga yang biasanya lebih netral, seperti media massa, lembaga survey, LSM.
Dan jangan menelan mentah-mentah berita yang beredar di sosmed, karena kadangkala kebenarannya masih diragukan.
Itulah tiga ‘kebohongan’ agen asuransi yang harus Anda ketahui.
Tentu tidak semua agen seperti itu, masih jauh lebih banyak agen baik dan professional yang bekerja dengan hati untuk kebaikan nasabahnya dalam mengedukasi pentingnya asuransi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar