Ini adalah pertanyaan yang seringkali ditanyakan ke saya.
Buat apa mereka membeli uang pertanggungan begitu besar?
Padahal harta mereka sudah lebih dari cukup untuk tujuh turunan.
Jawabannya sederhana.
Orang kaya biasanya pintar dalam berhitung dan memahami perhitungan tentang membesarkan aset mereka.
Hasilnya adalah mereka harus memastikan polis asuransi tetap aktif sampai mereka meninggal.
Nilai uang pertanggungan saat meninggal dibanding premi, jauh lebih tinggi daripada instrumen tabungan, investasi konservatif yang mereka miliki.
Bahkan asuransi dapat mengalahkan nilai investasi mereka yang beresiko, tanpa beresiko.
Bagi orang kaya asuransi merupakan jenis aset yang WAJIB mereka memiliki.
Mari kita lihat kenyataannya.
Setiap penasihat investasi dan keuangan selalu menyarankan diversifikasi aset.
Pakemnya adalah:
“Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang”.
Anda mungkin memiliki investasi seperti saham, obligasi, properti, logam mulia, komoditas berharga, atau uang tunai
Jika dikelola dengan baik dan diberikan waktu yang tepat, dengan melakukan diversifikasi, nilai pengembalian seharusnya memberikan hasil dan diberikan waktu yang cukup semua dapat berjalan dengan baik dalam jangka panjang.
Bagaimana jika Anda meninggal lebih awal, di tengah rencana yang telah disusun?
Tidak ada yang berharap itu terjadi dan kita tidak suka memikirkan tentang itu.
Namun itu bisa saja terjadi pada semua orang setiap hari.
WAKTU adalah komponen utama untuk keberhasilan setiap rencana keuangan.
Investasi membutuhkan waktu untuk bertumbuh.
Portofolio anda mungkin di diversifikasi untuk melindungi dari berbagai resiko yang mungkin terjadi.
Contoh,
Beberapa dari kita mungkin memiliki emas bentuk jaminan menurunnya nilai mata uang yang mungkin terjadi mungkin tidak, tapi ingat meninggal dunia dapat menjadi risiko untuk portofolio anda dan rencana Anda untuk keluarga.
Tetapi berbeda dengan risiko yang lain, meninggal dunia adalah suatu kepastian.
Apakah masuk akal jika mendiversifikasi portofolio terhadap risiko kemungkinan meninggal dini?
Saya menyebutnya diversifikasi waktu.
Kenyataannya adalah jika Anda meninggal di usia muda, tidak ada jenis aset yang dapat menyaingi polis asuransi jiwa.
Nilai uang pertanggungan asuransi jiwa anda akan mengalahkan semua investasi aman di dunia.
Bagian terbaiknya adalah tidak sama seperti instrumen keuangan lain, asuransi jiwa tidak membutuhkan waktu untuk bertumbuh.
Contoh,
Jika usia nasabah 40 tahun, membeli uang pertanggungan 1 miliar. Dengan membayar premi 10 juta pertahun, jika tahun depan dia meninggal dunia maka 10 juta menjadi 1 miliar.
Meninggal dalam 3 tahun, premi 30 juta menjadi 1 miliar dan bebas pajak.
Meninggal dalam 20 tahun, premi 200 juta jadi 1 miliar.
Ini tentunya di luar nilai tunai yang juga fantastis.
Pertanyaannya adalah:
Apakah Anda harus mempertimbangkan mengambil sedikit saja dari portofolio anda dan mendiversifikasi ke asuransi jiwa menjadi sebuah aset berkelas?
Semua terserah anda dan saya telah melakukannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar